Tuntutan akademik yang semakin kompleks
menjelang kelulusan sering kali menjadi tantangan besar bagi siswa kelas XII,
terlebih bagi santri pesantren yang harus menyeimbangkan kegiatan belajar
formal dan tanggung jawab keagamaan. Menyadari kondisi tersebut, mahasiswa
Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Al-Zaytun
Indonesia (IAI AZIS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
bertema “Penerapan Metode SQ3R dan SMART untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca
Efektif pada Santri Kelas XII”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 18
Desember 2025 di Asrama Al-Nur, Ma’had Al-Zaytun, Kecamatan Gantar, Kabupaten
Indramayu. Sasaran kegiatan adalah 27 Santri Pengurus Asrama (SPA) kelas XII,
kelompok santri yang memiliki peran strategis namun juga menghadapi beban ganda
antara tanggung jawab akademik dan kepengurusan asrama.
Tantangan Literasi Santri Kelas
Akhir
Santri kelas XII berada pada fase krusial transisi menuju perguruan tinggi. Mereka dituntut memiliki kemampuan literasi membaca yang baik, berpikir kritis, serta manajemen waktu yang matang. Namun dalam praktiknya, banyak santri masih membaca secara konvensional tanpa strategi, sehingga pemahaman materi kurang optimal dan waktu belajar tidak terkelola dengan baik. Melalui kegiatan PkM ini, tim mahasiswa menawarkan solusi edukatif dengan memperkenalkan metode membaca SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) yang dipadukan dengan perencanaan tujuan belajar berbasis SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound). Kedua metode ini dirancang agar mudah diterapkan dan relevan dengan kebutuhan santri kelas akhir.
Pelatihan Interaktif dan Aplikatif
Kegiatan dikemas dalam bentuk seminar
interaktif yang menekankan keseimbangan antara pemahaman konsep dan praktik
langsung. Pada sesi SQ3R, santri dilatih untuk membaca secara aktif melalui
tahapan meninjau teks, menyusun pertanyaan, membaca mendalam, mengulang inti
bacaan, dan melakukan peninjauan ulang. Pendekatan ini membantu santri memahami
bahwa membaca bukan sekadar mengeja, tetapi proses berpikir kritis. Sementara
itu, pada sesi SMART Goal Setting, santri dibimbing menyusun tujuan belajar
yang jelas dan terukur, baik untuk jangka pendek seperti ujian akhir, maupun
jangka panjang seperti persiapan masuk perguruan tinggi. Materi ini dinilai
sangat relevan bagi santri pengurus asrama yang memiliki keterbatasan waktu
akibat padatnya aktivitas organisasi.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi
diskusi dan tanya jawab. Banyak santri mengungkapkan bahwa metode ini membantu
mereka memetakan prioritas dan mengurangi kecemasan akademik yang selama ini
dirasakan.
Dampak Positif bagi Santri Pengurus
Asrama
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa
kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pola belajar santri. Peserta
merasa lebih terarah dalam membaca materi akademik dan lebih percaya diri dalam
menyusun rencana belajar. Penerapan metode SQ3R membantu meningkatkan fokus dan
daya ingat, sementara SMART goals mendorong santri lebih disiplin dalam
mengelola waktu. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap
kemandirian dan kepemimpinan diri (self-leadership) pada santri, yang menjadi
bekal penting dalam menghadapi dunia perkuliahan.
Implementasi Tridharma Perguruan
Tinggi
Bagi mahasiswa pelaksana, kegiatan PkM
ini menjadi bentuk nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya
pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya
mengaplikasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga
berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas literasi pendidikan
pesantren. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat direplikasi di lembaga
pendidikan lain sebagai upaya memperkuat literasi akademik dan kesiapan belajar
siswa kelas akhir.

.jpeg)

0 Komentar