Gerakan Tahfidz Al-Qur'an di Yayasan Pakem Bumi Indonesia Tangerang Selatan

Foto Bersama dengan Para Peserta

Untuk memenuhi tugas pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Manajemen Dakwah Sonny Hendra dan Abdul Majid adakan acara yang berjudul "Gerakan Tahfidz Al-Qur'an" di Yayasan Pakem Bumi Indonesia Tangerang Selatan, Sabtu (3/4). Abdul Majid dan Sonny Hendra selaku pelaksana kegiatan turut mengundang Ketua Umum Yayasan PBI Tangerang Selatan Wahyu Purwanto.

Acara yang berlangsung siang hari tersebut, dihadiri oleh sebelas anak yang sedang duduk di bangku sekolah, tepatnya pada tingkat ibtidaiyah dan juga tsanawiyah. Adapun yang menjadi narasumber adalah mahasiswa Manajemen Dakwah Abdul Majid. Kegiatan tersebut merupakan bimbingan hafalan Qur'an yang dipimpin langsung oleh mahasiswa penyelenggara.

Dalam menyampaikan materi bimbingannya, Abdul Majid mengajak adik-adik yang hadir untuk senantiasa meluruskan niat mereka sebelum menghafal al-Qur'an. Menurutnya, niat menjadi hal yang utama, maka dalam menghafal niatkanlah untuk beribadah dan mendapatkan pahala yang terbaik di sisi-Nya. 

Ia juga menekankan kepada para peserta acara, agar meminta pertolongan kepada Allah SWT dalam proses menghafal dengan harapan akan diberikan kemudahan. Karena pemilik al-Qur'an adalah Allah, sudah selayaknya umat muslim memohon langsung kepada-Nya.

"Luruskan niat kalian sebelum menghafal al-Qur'an, niatkanlah untuk beribadah dan mencari ridho-Nya. Selain itu, kalian juga harus banyak-banyak meminta pertolongan kepada Allah dalam melakukan hafalan, diharapkan dengan memohon langsung kepada-Nya insya Allah akan diberikan kemudahan," ucap Abdul Majid kepada para peserta yang hadir.

Selain itu, Abdul Majid juga menyampaikan pentingnya mendapat restu serta doa dari orang tua dan guru, ia menjelaskan bahwasanya salah satu faktor keberhasilan dalam menghafal adalah doa dari orang tua itu sendiri. Kemudian, Abdul Majid juga menegaskan pentingnya murajaah untuk mengingat hafalan.

"Jangan lupa, sebelum menghafal, mintalah restu dan doa dari orang tua serta guru kalian di sekolah. Ini juga menjadi faktor keberhasilan adik-adik sekalian dalam menghafal nantinya. Kemudian, saya juga ingin menyampaikan, ketika adik sudah menghafal beberapa ayat atau pun surah jangan lupa untuk diulang kembali," ungkapnya.

Selanjutnya, agar hafalan menjadi baik maka perlu adanya perbaikan dalam hal membaca al-Qur'an, Abdul Majid  menerangkan bahwa mengecek kembali kualitas bacaan menjadi fondasi utama sebelum benar-benar menghafal ayat-ayat suci al-Qur'an. 

Dalam menghafal, membuat target akan sangat membantu, terutama dalam meningkatkan daya juang. Abdul Majid kembali menjelaskan bahwa jika tidak membuat semacam target hafalan, ditakutkan akan melemahkan semangat para penghafal al-Qur'an. 

Terakhir, beliau juga menuturkan, ketika menghafal lebih baik ada yang mendampingi. Tentu, dalam hal ini ialah pembimbing yang sekiranya memiliki kompetensi yang cukup. Kemudian, setelah mendapatkan guru atau pembimbing hafalan, para hafidz dan hafidzah harus menyetorkan hafalan yang dimilikinya.

"Ketika menghafal, harus ada yang mendampingi kalian, tidak boleh sendiri. Carilah guru atau pembimbing yang memiliki kualitas hafalan yang baik. Tentu, setelah itu kalian wajib untuk menyetorkan hafalan kepada mereka. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki bila terjadi bacaan yang salah," tutur Abdul Majid.




Reporter: Randy Akbar Maulana Rasyid

0 Komentar